Berita

Konstitusi Perlakukan Perempuan di Posisi Mulia

Berita|Kamis 28 September 2017 14:04 WIB

konstitusi perlakukan perempuan di posisi mulia

Praktik diskriminasi terhadap perempuan masih kerap terjadi. Padahal, konstitusi memberi pesan menempatkan setiap warga negara, tak terkecuali perempuan dalam posisi mulia. Perlu ditumbuhkembangkan kesadaran di semua elemen, termasuk kelompok perempuan.

Jakarta - Empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika memberi pesan penting akan persamaan hak dan kewajiban pada seluruh warga negara. Tidak ada diskriminasi terhadap warga negara tertentu. Tak terkecuali kelompok perempuan juga ditempatkan dalam posisi yang mulia.


Anggota Fraksi PPP MPR RI Okky Asokawati mengatakan para pendiri bangsa dalam merumuskan konstitusi tidak membeda-bedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan. Menurur model senior ini, konstitusi menempatkan laki-laki dan perempuan memiliki persamaan hak dan kewajiban. "Konstitusi kita memberi pesan penting tidak ada diskriminasi terhadap kelompok perempuan. Tidak ada pembedaan jenis kelamin, semua memiliki hak yang sama di ruang publik," ujar Okky saat sosialsiasi empat pilar di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Lebih lanjut Okky mengajak perempuan untuk terlibat akktif dalam kegiatan yang ada di lingkungan rumah, kelurahan dan kecamatan. Dengan keterlibatan aktif perempuan, Okky menyebutkan akan meningkatkan pemahaman dan kesadaran perempuan dalam kehidupan sosial. "Perempuan harus aktif dalam kegiatan di sekitar lingkungan rumah," pinta Okky.

Di bagian lain, Okky menyebutkan peran perempuan cukup penting dalam pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut dia, peran perempuan atau ibu dalam pendidikan terhadap anak akan menentukan kualitas generasi mendatang. "Makanya, posisi perempuan cukup penting. Ibu-ibu hampir 24 jam bersama anak-anak khususnya di usia balita, masa-masa yang menentukan bagi tumbuh kembang anak-anak," ingat Okky.

Berita Lainnya

Tulis Komentar Anda

39 + 21

Quote

Kasus lelang keperawanan dan jasa nikah siri merupakan tindakan yang jauh dari peradaban kemanusiaan. Dalam kasus tersebut, perempuan menjadi obyek penderita, perempuan menjadi korban dan perempuan menjadi komoditas

- Okky Asokawati
Langganan Newsletter

Video

okky.asokawati.52
Find Us On Facebook
@AsokawatiOkky
Find Us On Twitter
©2014 okkyasokawati.com. All Rights Reserved.